Selasa, 30 April 2013

Allah telah mengetahui kelemahanmu

Allah  telah mengetahui kelemahanmu, maka Ia menyederhanakan bilangannya (yaitu hanya lima waktu),dan Allah mengetahui pula bahwa kamu sangat berhajat, maka Ia memperbanyak pahalanya melipat gandakan pahalanya.
Sehingga tiap hasanat(kebaikan) sekurang-kurangnya mendapatkan sepuluh kali lipat gandanya.
Apabila engkau menuntut upah /pahala untuk sesuatu amal perbuatan, pasti engkau juga akan dituntut kesempurnaan dan keikhlasanmu dalam amal perbuatan itu. Dan bagi seorang yang merasa belum sempurna, harus cukup puas jika ia telah selamat dari tuntutan.
Khair Annassaj berkata: Timbangan amalmu itu sesuai dengan perbuatanmu, karena itu mintalah kemurahan karuniaNya, dan itulah yang baik bagimu.
Al-Wasithy berkata: Ibadat-ibadat itu lebih dekat kepada mengharap maaf dan ampun daripada mengharap pahala dan upah.
Annash-rabadzy berkata: Ibadat-ibadat itu bila diperhatikan kekurangan-kekurangannya, lebih dekat mengharap maaf daripada mengharap pahala dan upah.
Firman Allah: Katakanlah : Hanya karena kurnia dan rahmat Allah mereka boleh bergembira, sebab itu lebih baik bagi mereka dari segala apa yang dapat mereka kumpulkan sendiri.Semoga bermanfaat Amin Ya Rabbal Alamin.Wassalam.  

Senin, 29 April 2013

Sembahyang itu sebagai penyucian hati dari kotoran dosa, dan untuk membuka pintu ghaib

Rasulullah  saw bersabda: Sesungguhnya perumpamaan sembahyang itu, bagaikan sungai mengalir di muka pintu salah seorang, maka ia mandi daripadanya tiap hari lima kali, apakah ada sisa dari kotorannya? Jawab sahabat: Tidak ada kotorannya sedikitpun,.Maka Sabda Nabi saw: Demikian pula contoh dari sembahyang lima waktu, menghapus dosa.
Juga sembahyang sebagai pintu ghaib, sebab bila hati telah bersih dan selalu berhubungan dengan Tuhannya, pasti lambat laun akan terbuka baginya tirai/ pintu ghaib.
Sembahyang itu sebagai tempat bermunajat( menyampaikan hajat kepada Allah), serta memanjatkan puji syukur. Dan sebagai tempat pembersihan hati dari kotoran. leluasa di dalam datangnya berbagai rahasia-rahasia Tuhan. Dan terbit terang padanya cahaya-cahaya Ilmu dan ma'rifat.Firman Allah:" tegakkan sembahyang itu untuk dzikir ingat kepadaKu."
Sesungguhnya seorang hamba bila ia berdiri sembahyang, maka Allah membuka untuknya tirai hijab, dan langsung dihadapinya, dan berdiri tegak para malaikat dari atas bahunya hingga langit, mengikuti sembahyangnya dan mengaminkan do'anya. Dan seorang yang sembahyang itu ditaburi rahmat dari langit hingga ubun kepalanya. Dan dipanggil oleh suara: Andaikata orang yang munajat ini mengetahui siapakah yang diajak bicara, tidak akan berhenti( memutuskan) sembahyangnya. Dan sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka untuk orang yang sembahyang. Dan sesungguhnya Allah menbanggakan barisan orang-orang yang sembahyang di hadapan MalaikatNya.
Dalam Kitab Taurat ada tersebut demikian: Hai anak Adam, jangan malas untuk berdiri sembahyang dihadapanKu sambil menangis, maka Akulah Allah yang telah mendekat dihatimu, dan karena ghaib engkau dapat melihat cahayaKu.
Muhammad bin Ali Attirmidzy berkata: Allah telah memanggil orang-orang yang bertauhid supaya sembahyang lima waktu, karena rahmat kasihan kepada mereka, dan menyediakan berbagai macam hidangan, supaya seorang hamba itu dapat merasakan pada tiap bacaan dan gerak itu kurnia pemberian-pemberiannya, maka gerak itu bagaikan makanan, sedang bacaan itu bagaikan minuman. Dan hidangan itu disediakan oleh Allah tiap hari lima kali, supaya tidak ada lagi sisa kotoran atau debunya.Semoga bermafaat, Wassalam.

Minggu, 28 April 2013

Maksiat(dosa) yang menimbulkan rasa rendah diri dan membutuhkan rahmat Allah, lebih baik dari perbuatan taat yang membangkitkan rasa sombong, ujub dan besar diri

Abu Mad-yan ra.berkata: Perasaan rendah diri seorang yang telah berbuat maksiat (dosa), itu lebih baik dari kesombongan seorang yang taat. Ada kalanya seorang hamba berbuat kebaikan (hasanat) yang menimbulkan rasa ujub sombong, sehingga dapat menggugurkan segala amal-amalnya yang sebelumnya, dan ada kalanya seorang berbuat dosa yang menyedihkan hatinya, sehingga timbul rasa takut kepada Allah, dan menyebabkan keselamatan dirinya.
Asysya'by meriwayatkan dari Alkhalil bin Ayyub, bahwasanya seorang aabid (ahli ibadah) Bani Isra'il ketika ia berjalan ia dinaungi oleh awan, tiba-tiba ada seorang pelacur Bani Isra'il, maka tergerak dalam hati pelacur itu: Ini seorang aabid Bani Isra'il, aku ingin mendekat kepadanya. Maka ketika pelacur itu mendekat kepada aabid itu, tiba-tiba si aabid mengusir dengan berkata: Enyah engkau dari sini . Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi saw. Bahwa Aku ( Allah mengampuni dosa pelacur itu dan membatalkan amal aabid itu. Maka berpindah awan dari atas kepala aabid ke atas kepala pelacur itu.
Al-Harits Al-Muhasiby berkata: Allah menghendaki supaya anggota lahir ini sesuai dengan batinnya(hatinya), maka apabila sombong congkak orang alim / aabid, sedang pelacur itu bertawadhu ' merendahkan diri, maka ketika itu si pelacur lebih taat kepada Allah dari aabid dan alim. Ada pula kejadian ketika seorang aabid Bani Isra'il sedang sujud, tiba-tiba diinjak kepalanya oleh orang, maka berkata aabid itu: Angkat kakimu, demi Allah tidak akan mengampuni engkau.Maka Allah menjawab: Hai orang yang bersumpah dengan namaKu, bahkan engkau yang tidak diampunkan karena kesombonganmu. Al-Harits dalam komentarnya berkata: Dia bersumapah karena merasa diri besar di sisi Allah, maka kesombongan, ujub itulah yang tidak diampunkan oleh Allah.semoga bermanfaat artikel ini dunia dan akherat, wassalam.

Jumat, 26 April 2013

Apabila Allah telah melepaskan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa Allah akan memberi kepadamu

Abdullah bin Umar ra berkata: Rasulullah bersabda: Siapa yang telah mendapat izin untuk berdo'a berarati telah  dibukakan baginya pintu rahmat, dan tiada dimintai sesuatu yang lebih disukai oleh Allah daripada dimintai maaf dan selamat dunia akherat.
lain Hadits: Rasulullah saw.bersabda:Siapa yang telah diberi kesempatan berdo'a, maka tidak akan diharamkan dari ijabah( diterimanya do'a) Anas bin Malik ra berkata : Rasulullah saw bersabda: Apabila Allah kasih sayang pada seorang hamba, maka dituangkan kepadanya bala' maka bila ia berdo'a, berkata malaikat: Suara yang sudah terkenal. Dan berkata Jibril: TuhanKu, hambu Fulan, sampaikan hajatnya. Jawab Allah: Biarkan hambaKu, Aku suka mendengar suaranya. Maka apabila hamba berkata: Ya Rabbi. Jawab Tuhan: Labbaika hambaKu. tiada engkau berdo'a melainkan Aku sambut, dan tiada engkau minta suatu melainkan pasti Aku berikan, imma (ada kalanya) Aku segerakan untukmu, atau Aku simpan untukmu yang lebih baik bagimu, atau Aku tolak daripadamu bala' yang lebih besar dari itu. Semoga bermanfaat, Wasallam.

Kamis, 25 April 2013

Siapa Yang Cinta Pada Allah

Dan siapa yang cinta pada Allah, tidak akan mengutamakan sesuatu yang lainnya
Demikianlah siapa yang benar-benar mengenal kepada Allah, pasti ia selalu ingat pada Allah, pada tiap sesuatu apapun yang ia lihat, ia dengar  dan rasa. Sebab tidak ada sesuatu melainkan menunjukkan keindahan, kekuasaan dan buatan Allah. Karena itulah siapa yang telah fana dengan Allah,  sudah sungguh-sungguh ingatnya hanya kepada Allah, maka segala sesuatu yang ada di depannya seolah-olah sepi kosong dan bayangan belaka. Sedang siapa yang betul-betul cinta kepada Allah, maka pasti ia tidak akan mengutamakan sesuatu apapun selain Allah yang telah dicintanya itu, bahkan ia akan sanggup mengurbankan segala kepentingan dan hawa nafsunya di dalam mencapai keridhaan Allah swt.
Sebab hakikat dari semua panca indera , penglihatan pendengaran dan perasaan itu bukan semata-mata karena adanya mata, telinga dan lidah atau hidung, tetapi semua membutuhkan nur ilahi yang langsung dari Allah, sehingga terangnya mata  tanpa terangnya benda yang akan dilihat , tidak memungkinkan terlihat benda itu, maka dari kedua-duanya tetap membutuhkan nur ilahi ya ng langsung untuk panca indera dalam mencapai sesuatu apapun . Maka dengan pandangan yang demikian orang arif selalu melihat  pada Allah pada tiap apa saja yang dipandangnya . Yang setelah melihatnya fana dengan Allah dan lupa (ghaib) dari segala sesuatu selain Allah , kemudian cinta yang tidak ada taranya kepada Allah .Wasallam.

Rabu, 24 April 2013

Sebaik-baik saat dalam masa hidupmu

Sebaik-baik saat dalam masa hidupmu,ialah saat-saat di mana engkau merasa dan mengakui kebutuhanmu, dan kembali kepada adanya kerendahan dirimu.
Sebaik-baik saat dalam masa hidupmu, ialah saat ingat kepada Tuhan dan putus hubungan dengan segala sesuatu yang lainnya.
Yaitu pada saat merasakan benar-benar kebutuhanmu kepada Tuhan.Sedang segala sesuatu yang lain tidak dapat menolong meringankan kebutuhanmu.Dan pada saat tidak ada pandangan yang lain dari Allah, maka pada saat itu murnilah pengertian tauhidmu kepada Allah.Moga bermanfaat.Wassalam

Selasa, 23 April 2013

Tiada sesuatu yang dapat menyegerakan tercapainya permintaan hajatmu seperti keadaan terpaksa

Tiada sesuatu yang dapat menyegerakan tercapainya permintaan hajatmu seperti keadaan terpaksa, dan tiada sesuatu yang dapat menyegerakan tibanya  pemberian-pemberian kurnia Allah seperti merasa rendah diri dan sangat fakir miskin
Firman: "Siapakah yang dapat memperkenalkan (meyambut) do'a orang yang terpaksa bila berdo'a minta padanya? (QS.An-Naml 62)
Orang mudh-thar (yang terpaksa) itu adalah yang merasa sudah tidak ada daya dan tidak ada kekuatan lain yang dapat menolongnya, baik dari laut atau dari dirinya sendiri, kecuali satu yaitu Allah semata-mata .Orang demikianlah yang pasti segera tercapai hajat kebutuhannya, dan itulah yang bernama tauhid (mengEsakan Allah). Hal orang ini bagaikan orang yang akan tenggelam di lautan, atau dihutan belukar yang seram sekali.
Firman Allah:" Sungguh Allah telah membantu kamu (memenangkan kamu) dalam perang Badar, ketika kamu dalam keadaan hina dan rendah diri dan tidak berdaya.
Firman Allah:" Sungguhnya sedekah pemberian itu hanya untuk orang yang benar-benar fakir miskin."(QS.Attaubah:60)
Ketiga macam hal inilah yang paling cepat untuk meyempaikan atau mendatangkan kurnia pemberian Tuhan.
Seorang yang terpaksa karena benar-benar telah merasa tidak ada lagi yang dapat menolong kepadanya, kecuali rahmat karunia Allah, sebab ia sendiri telah begitu miskin dari segala apa yang dapat digunakan untuk memancing apa-apa dari Tuhan , maka hanya bergantung pada rahmat karunia Tuhan semata-mata.Maka dengan demikian ia merasa rendah betul, sebab ia minta menerima pemberian itu.
Rasulullah saw bersabda:" Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata-mata, kalimat ini suatu kekayaan dari kekayaan sorga."
Berarti orang yang mempergunakannya maka ia bagaikan hidup dalam sorga.Sebab ia merasa puas dengan jaminan Allah dan hikmat pemberian, Semoga bermanfaat dunia dan akhirat.Wassalam...