Salam jumpai buat pembaca yang terhormat, disini kita bertemua lagi dengan dengan tema yang santai yaitu Bagaiman Hidup yang Ideal, Hidup yang ideal adalah hidup yang seimbang( balance) antara kehidupan di dunia maupun di akherat, bagi pasti mendambakan kehidupa yang bahagia di dunia, punya segalanya rumah mewah, isteri yang Salehah, mo bil bagus, dan alain-lain.
Begitu juga dambaan kita di akherat kelak masuk surga tanpa hisab( tanpa di timbang di akherat) tetapi terkadang kehidupan yang kita jalani kadang bertolak belakang dengan kenyataan yang ada, hidup pas-pasan, rumah kecil, isteri tidak taat, anak selalu membangkang, daln lain-,lain, untuk itu perlu usaha yang lebih gigih lagi dalam menjalani kehidupan, mungkin ada yang salah dengan pola yang kita terapkan, kita( sebagai kepala rumah tangga) tidak memberikan contoh yang baik kepada anak, isteri sehingga tidak terbentuk apa ya ng kita harapkan, untuk perlu kita menjadi teladan yang baik bagi orang-orang yang kita cintai, dengan memberikan contoh teladan yang baik, sehingga ada perubahan yang mendasar dalam kehidupan kita, anak berubah tabiatnya, tambah pinta, isteri menjadi salehah, rizky semakin bertambah,untuk itu menjadi ideal adalah menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat Islam, Ilmu semakin bertambah, akhlak menjadi mulia, isteri salehah, anak berguna bagi orang tua, masyarakat, bangsa dan agama, sehingga hidup kita menjadi tenang dengan ibadah yang semakin meningkat, bersedakah, berpuasa dan shalat lima waktu tak ketinggalan.. sehingga dunia bahagia dan akherat nanti masuk Surga, semoga bermanfaat .Wassalam
Minggu, 16 Februari 2014
Minggu, 09 Februari 2014
20 peserta terbaik PLPG Kouta Tamabahan
| Daftar Nama 20 besar Hasil PLPG agama Kouta Tambahan yang di adkan di Banjar Baru( Asrama Haji Banjarmasin) | |||||||||
| Tahun ajaran 2013/ 2014 sebagai berikut: | |||||||||
| No | Nama | SAK | Asal/Provinsi | ||||||
| 1 | Norhayati | 88.93 | Kal-sel | ||||||
| 2 | Santhy Abrisyah | 88.79 | Ka-Tim | ||||||
| 3 | Kiki Ernamati | 88.73 | Kal-sel | ||||||
| 4 | Noor Amali | 88.55 | Kal-sel | ||||||
| 5 | Nur Anisah | 88.5 | Kal-sel | ||||||
| 6 | M.Kholis | 88 | Kal-Tim | ||||||
| 7 | Umi Hani | 87.97 | Kal-sel | ||||||
| 8 | Abdurrahman .E | 87.52 | Kal-sel | ||||||
| 9 | Masita | 87.35 | Kal-Tim | ||||||
| 10 | Norzainah | 87.35 | Kal-Tim | ||||||
| 11 | Nursiah | 87.32 | Kal-Tim | ||||||
| 12 | M.Ikhsan | 87.32 | Kal-sel | ||||||
| 13 | Sudarwati | 87.31 | Kal-Tim | ||||||
| 14 | Nurjanah | 87.25 | Kal-sel | ||||||
| 15 | Uliyah | 87.25 | Kal-Tim | ||||||
| 16 | Subhannor | 87.14 | Kal-Teng | ||||||
| 17 | Marhad Abas | 87.06 | Kal-Tim | ||||||
| 18 | Munawarah | 86.76 | Kal-Teng | ||||||
| 19 | Raudah | 86.75 | Kal-Teng | ||||||
| 20 | Abdurrahman Abdi | 86.72 | Kal-sel | ||||||
| Selamat buat teman-teman yang berpretasi dari 664 peserta dari berbagai angkatan | |||||||||
| semoga menambah motivasi dalam mengajar peserta didik. Sehingga melahirkan generasi- | |||||||||
| generasi yang jujur dan cerdas, untuk bangsa dan negara yang kita cintai.Wassalam. | |||||||||
Minggu, 02 Februari 2014
Gubernur- Gubernur Pada Masa Umar bin Khattab
Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab terjadi perluasan Islam secara besar-besaran( Futuhat Islamiyah) sehingga, Khalifah Umar bin Khattab tidak mampu untuk mengawasi secara keseluruhan maka Umar bin Khattab membentuk Provinsi. Ada 8 Provinsi dalam kekuasaan Umar bin Khattab yqaitu sebagai berikut:
1. Provinsi Syiria dengan Gubernur Muawiyah bin Abu Sufyan
2. Provinsi Hijaz dengan Gubernur Nafi bin Abu Haritsh
3. Provinsi Iran dengan Gubernur Abu Musa bin Asy'ary
4.Provinsi Irak dengan Gubernur Mughirah bin Su'bah
5. Provinsi Mesir dengan Gubernur Amr bin Ash
6.Provinsi Palestina dengan Gubernur Alqamah bin Majaz
7.Provinsi Mesopotamia dengan Gubernur Umair bin Said
8. Provinsi Syiria Utara dan Asia Kecil dengan Gubernur Khalid bin Walid.
Semua provinsi yang saya sebutkan sekarang sudah menjadi Negara, tetapi hanya Palestina yang masih dalam kekuasaan bangsa Israel yang selalu mengrongrong daerah islam. bahkan sudah menguasai sebagian wilayah Palestina.Dalam kekuasaan Umar bin Khattab rakyat hidup dalam kebahagian dan ke adilan. Sebab Umar bin Khattab memimpin dengan Tegas dan sangat mencintai rakyatnya. Tipe seperti itulah yang sangat kita harapkan orang pemimpin yang lebih mengutamakan rakyatnya dari urusan dirinya sendiri bahkan keluarga. Wassalam semoga bermanfaat ......
1. Provinsi Syiria dengan Gubernur Muawiyah bin Abu Sufyan
2. Provinsi Hijaz dengan Gubernur Nafi bin Abu Haritsh
3. Provinsi Iran dengan Gubernur Abu Musa bin Asy'ary
4.Provinsi Irak dengan Gubernur Mughirah bin Su'bah
5. Provinsi Mesir dengan Gubernur Amr bin Ash
6.Provinsi Palestina dengan Gubernur Alqamah bin Majaz
7.Provinsi Mesopotamia dengan Gubernur Umair bin Said
8. Provinsi Syiria Utara dan Asia Kecil dengan Gubernur Khalid bin Walid.
Semua provinsi yang saya sebutkan sekarang sudah menjadi Negara, tetapi hanya Palestina yang masih dalam kekuasaan bangsa Israel yang selalu mengrongrong daerah islam. bahkan sudah menguasai sebagian wilayah Palestina.Dalam kekuasaan Umar bin Khattab rakyat hidup dalam kebahagian dan ke adilan. Sebab Umar bin Khattab memimpin dengan Tegas dan sangat mencintai rakyatnya. Tipe seperti itulah yang sangat kita harapkan orang pemimpin yang lebih mengutamakan rakyatnya dari urusan dirinya sendiri bahkan keluarga. Wassalam semoga bermanfaat ......
Rabu, 29 Januari 2014
Ketegasan dan Kelembutan sang Khalifah
Seorang
pemimpin, apalagi seorang khalifah (kepala negara kaum Muslim), dituntut
memiliki sifat-sifat tertentu yang kadang-kadang satu dengan lainnya
seakan-akan berlawanan; tidak terkecuali dalam diri Khalifah ‘Umar ibn
al-Khaththab r.a. Beliau dikenal
berpembawaan tegas dan keras. Namun
demikian, kelembutannya juga sangat
menonjol, terutama pada saat beliau menjadi khalifah. Berkaitan dengan ketegasan dan kelembutan
‘Umar ini, Sa’id ibn Musayyab bertutur demikian:
Tatkala ‘Umar ibn Khaththab dibaiat sebagai khalifah, beliau berpidato di
atas mimbar Rasulullah. Setelah
menyampaikan pujian kepada Allah, beliau berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya
aku mengetahui bahwa kalian telah mengenaliku sebagai seseorang yang
berpembawaan keras dan kasar.
Sesungguhnya hal itu tampak tatkala aku masih bersama-sama dengan
Rasulullah saw. Aku membantu beliau,
sedangkan beliau adalah orang yang lemah lembut. Saat itu, aku sengaja berlaku tegas/keras
seolah-olah aku adalah pedang yang terhunus, yang siap untuk digunakan. Ini disebabkan sikap lemah lembutnya
Rasulullah saw. Demikianlah keadaanku di
masa beliau hingga wafatnya, sementara beliau rela—dengan sikapku
itu—terhadapku. Oleh karena itu, aku
bersyukur kepada Allah dan amat bergembira.
Aku pun bersikap sama tatkala Abubakar diangkat sebagai khalifah
(pengganti) Rasulullah. Itu disebabkan
karena Abu Bakar adalah orang yang lemah lembut, murah tangan, dan berbudi pekerti halus. Aku sengaja bersikap tegas di sisinya, karena
sifat beliau yang lemah lembut itu. Keadaan ini berlangsung hingga beliau
wafat. Begitulah keadaanku sampai beliau
wafat, sementara beliau rela terhadapku dan aku pun senang terhadapnya. Setelah itu, aku dibaiat menjadi khalifah
pada hari ini. Aku tahu, ada seseorang
yang berkata, ‘Apabila ia (‘Umar) selalu bersikap keras kepada kita (selama
ini, peny.), lalu bagaimana jika hari ini ia mengejar kekuasaan?’ Ketahuilah bahwa kekerasanku yang kalian
ketahui semasa aku masih bersama dengan Rasulullah adalah perkara yang wajar
bagiku. Kini, kekerasanku pun akan
bertambah terhadap orang yang berlaku aniaya dan yang memperkosa hak-hak kaum
yang lemah. Ketahuilah bahwa di samping
kekerasanku itu, aku akan berlemah lembut terhadap orang-orang yang baik dan
benar. Aku tidak akan menyimpang sedikit
pun dari hukum yang ada. Karena itu, bertakwalah kalian kepada Allah, bantulah
aku untuk menegakkan yang benar (makruf) dan mencegah yang salah (mungkar), dan
perbanyaklah nasihat yang baik kepadaku dalam menjalankan urusan kekhalifahan
ini.”
Setelah itu, ‘Umar kemudian turun (dari
mimbar). (Kanz
al-‘ Ummâl, jilid III/147)
Lalu,
adakah saat ini para pemimpin Muslim yang bersikap tegas dan keras terhadap
orang-orang dan negara-negara kafir yang merongrong dan menduduki negeri-negeri
kaum Muslim serta mengusir dan membantai kaum Muslim, sementara pada saat yang
sama, ia bersikap lemah lembut serta bijaksana terhadap rakyatnya sendiri,
sebagaimana sikap Khalifah ‘Umar ibn Khaththab r.a.?!
Selasa, 28 Januari 2014
Babad Alas Wonomarto ( Asal Usul Negeri Amarta)
Dalam kisah pewayangan Jawa, negara Amartha merupakan negara yang dikenal
sebagai tanah para Pandawa lima. Pada awalnya, negara ini merupakan Hutan
Mertani yakni sebuah hutan belantara yang dikenal angker dan menjadi lokasi
para jin berkumpul. Hutan ini juga disebut dengan hutan siluman karena
seringkali menjadi lokasi para makhluk halus berkumpul.
Alkisah, sekembalinya Pandawa ke Astina setelah lolos dari peristiwa
Bale Sigala-gala, Destarata, atas saran Patih Sengkuni memberi bagian
wilayah pada Pandawa berupa Hutan Mertani atau Wanamarta. Yang
sebenarnya ini hanyalah akal-akalan licik Sengkuni dalam usaha
menyingkirkan Pandawa. Hutan mertani merupakan hutan yang sangat angker
dan terdapat kerjaan jin, dengan harapan Pandawa akan mati saat babad
alas ini.
Dalam perjalanan ke hutan Alas Wanamarta, Arjuna dihadang resi Wilawuk,
yaitu jin raksasa, Mengenai resi Wilawuk atau resi Wilwuk ada yang menceritakan
bahwa Resi Wilawuk berwadag seekor naga besar, naga yang mmpubyai
sepasang sayap yang panjang dan kuat. Baiknya kita tanggapi kedua versi itu,
dan kita simpulkan, Resi Wilawuk adalah seorang jin raksasa, yang dapat berubah
menjadi seekor naga.. Resi Wiawuk meminta Arjuna mengikuti resi Wilawuk
kepertapaannya, yaitu pertapaan Pringcendani. Arjuna naik kebadan naga, dan
naga Wilawuk pun terbang menuju ke pertapaan Pringcendani. Setiba di Pertapan
Pringcendani diperkenalkan dengan puteinya,yang cantik dan elok, ia bernama
Dewi Jimambang.. Ia cantik bagaikabn bidadari kahyangan.Resi Wilawuk melihat
kedua insan saling jatuh cinta, sang resipun menikahkan. Selsai pernikahan,
resi Wilawuk memberi sebuah cupu berisi lenga (minyak) Jayengkaton
Khasiatnya, barangsiapa memoleskan minyak Jayengkatonp ada kedua maatanya, maka
akan melihat alam halus, dimana akan melihat segala jin dan
kerajaannya. Resi juga menghadiahi pusaka Jalasutera kencana setelah semua
keperluannya selesai, Arjuna pun berpamitan untuk pergi ke hutan
Wanamarta. Untuk mempercepat perjalanan ke Wanamarta, Resi Wilawuk juga
memberikan Kuda Ciptawilaha dan cambuk Kyai Pamuk. Singkat cerita Arajunapun
sudah berangkat ke Wanamarta.
Sumber: Kumpulan cerita wayang
Keberanian Sa'ad bin Mu'adz
Setelah Usaid berhadapan dengan Sa‘ad,
Sa‘ad bertanya, “Apa yang engkau lakukan?”
Usaid menjawab, “Aku telah menegur kedua orang itu, tetapi
keduanya tidak membahayakan.”
Mendengar hal itu, Sa‘ad
marah, dan bersama-sama mendatangi tempat Mush‘ab dan As’ad berada sambil membawa tombak.
Sesampainya di tempat itu Sa‘ad, menegur mereka dengan keras, namun Mush‘ab
menjawabnya dengan tenang, “Apabila engkau mau mendengarkan maka kami akan
menjelaskan kepadamu ajaran Islam. Jika engkau anggap hal itu baik, silakan
terima; jika tidak baik, engkau boleh meninggalkannya.”
Sa‘ad
pun mengikuti permintaan Mush‘ab, kemudian duduk dan mendengarkan penjelasan
Mush‘ab dengan penuh perhatian. Mush‘ab menjelaskan Islam dan membacakan
ayat-ayat al-Quran. Sa‘ad mendengarkannya dengan penuh takjub. Setelah itu, Sa‘ad
berkata, “Sungguh, amat bagus sekali yang engkau baca itu. Bagaimana caranya
masuk Islam?”
Mush‘ab menjawab, “Engkau
harus mandi lalu membersihkan pakaianmu, kemudian bersyahadat dan shalat.”
Segera
Sa‘ad menjalankannya. Kemudian ia pun kembali menjumpai kaumnya (yang tengah
menunggu-nunggu kedatangannya). Tatkala ia kembali, kaumnya berujar, “Demi
Allah, Sa‘ad datang dengan wajah yang berbeda dengan sebelumnya.”
Sa‘ad
kemudian berkata di tengah-tengah kaumnya, “Wahai Bani Asyhal, bagaimana
kedudukanku di tengah-tengah kalian?”
Mereka menjawab, “Engkau adalah orang yang kami hormati.”
Sa‘ad kemudian berkata lagi, “Ketahuilah oleh kalian, mulai
hari ini, aku tidak akan mau bercakap-cakap dengan kalian, baik lelaki maupun
perempuan, sebelum kalian memeluk Islam seperti diriku.”
Mendengar ajakan sekaligus ancaman Sa‘ad, seluruh anggota Kabilah
Asyhal pun memeluk Islam.
Sejak saat itu, Mush‘ab bin Umair memperoleh keberhasilan yang
luar biasa dalam mendakwahkan Islam, dan memperoleh dukungan dari
kabilah-kabilah yang ada di kota Yatsrib. (Lihat: Ibn Katsir, Bidâyah wa
an-Nihâyah, jld. III/152).
Adakah para penguasa
Muslim, tokoh-tokoh Muslim, dan orang-orang yang terhormat di masyarakat (dari
kalangan Muslim) yang memiliki sikap terus-terang dalam menampakkan identitas
keislamannya serta mendukung perjuangan Islam tanpa sembunyi-sembunyi dan rasa
takut akan hilangnya posisi/jabatannya, sebagaimana yang dilakukan Sa‘ad bin
Mu‘adz? [AF]
Jumat, 10 Januari 2014
Kecintaan Sahabat Kepada Rasulullah SAW
Hijrahnya Rasulullah saw. bersama-sama para
sahabat dari kalangan Muhajirin ke kota Madinah sangat mempengaruhi konstelasi
politik di dalam kota Madinah. ‘Abdullah
bin Ubay, tokoh munafik yang telah lama dijagokan oleh kabilah-kabilah Yahudi
sebagai pemimpin masa depan kota Madinah, merasa tersingkir, dan harapannya
untuk memperoleh tampuk kepemimpinan di Madinah mulai terkikis. Oleh karena itu,
ketidaksukaannya terhadap Nabi saw. amat besar. Hanya saja, status sosialnya
yang tinggi mencegahnya untuk bersikap frontal. Jadilah ia pelopor bagi kaum munafik. Di depan Rasulullah saw. dia berpura-pura
Islam, tetapi di belakangnya dia sangat membenci beliau. ‘Abdullah bin Ubay bahkan sampai pernah
bersumpah, “Demi Allah, apabila aku kembali ke Madinah, tentu orang yang paling
mulia (yakni dia sendiri-pen.) akan segera mengusir orang yang paling
hina (yakni Muhammad saw.-pen.).” (Tafsir Ibn Katsir, jld. IV, hlm. 444).
Ucapan tersebut, yang nyata-nyata menghina Nabi saw., kemudian
tersebar dan didengar oleh para sahabat, hingga ‘Umar bin al-Khaththab dan
Usaid bin Hudhair meminta izin kepada Rasulullah saw. untuk membunuh ‘Abdullah
bin Ubay. Beliau menenangkan sahabatnya itu seraya berkata, “Apa nanti kata
orang-orang bila aku mengizinkan kalian untuk membunuhnya. Mereka tentu akan
berkata, ‘Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya.’”
Ucapan ‘Abdullah bin Ubay serta reaksi para sahabat
juga didengar oleh anaknya, ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin Ubay. Lalu, ia
mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, telah sampai
kepadaku (berita) bahwa engkau hendak membunuh ‘Abdullah bin Ubay karena
pernyataannya (yang menghinamu). Jika engkau telah memutuskan untuk
melakukannya, lebih baik perintahkanlah aku untuk membawa kepalanya kepadamu.
Demi Allah, orang-orang Khazraj mengetahui bahwa tidak ada seorang anak yang
jauh lebih berbakti kepada ayahnya selain diriku. Aku khawatir, engkau malah
menyuruh orang lain untuk membunuhnya, lalu aku tidak bisa menahan diri melihat
orang tersebut (bebas) berkeliaran hingga aku membunuhnya pula. Sebab, jika
begitu, berarti aku akan membunuh seorang Muslim hanya untuk membalas dendan
atas kematian seorang kafir. Dengan tindakan tersebut aku pasti masuk
neraka. (Ibidem, hlm. 447).
Rasul
menjawab, “Aku tidak akan membunuhnya sekarang. Aku hanya berusaha berbuat baik
terhadap dirinya dan bersikap bijaksana selama ia masih berada di tengah-tengah
kita.”
Adakah
pemuda Muslim saat ini yang kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya jauh
melebihi kecintaannya terhadap kesenangan dunia dan pembelaannya terhadap Allah
dan Rasul-Nya melebihi pembelaannya terhadap keluarganya—sebagaimana ‘Abdullah
putra dari gembong munafik? [AF]
Langganan:
Postingan (Atom)