Kamis, 09 Mei 2013

Jangan berkawan seorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah

Jangan berkawankan seorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah,amal kelakuannya dan tidak memimpin engkau ke jalan Allah kata-katanya.
Dalam Hadits: Seorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya karena itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan(teman).
Sufyan Astsaury berkata: Siapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan siapa mengikuti mereka harus bermuka-muka pada mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka mereka, maka binasa seperti mereka pula.
Sahl bin Abdullah berkata: Berhati hatilah(jangan) berkawan dengan tiga macam manusia:

1.Pejabat pemerintah yang kejam

2.Ahli Quraa' yang bermuka-muka

3.Orang tasawuf gadungan(yang bodoh tentang hakikat tasawuf

Ali bin Abi Thalib berkata: Sejahat-jahat teman yang memaksa engkau bermuka-muka dan memaksa engkau minta maaf, atau selalu mencari alasan.(Dikutip dari kitab Al Hikam) semoga bermanfaat , Wassalam

Rabu, 08 Mei 2013

Keinginanmu untuk diketahui orang, tentang sesuatu dari keistimewaanmu itu, sebagai bukti tidak adanya kejujuranmu dalam kehambaanmu

Keistimewaan yang diberikan Allah kepada makhluk itu berupa ilmu, atau amal salih, yang seharusnya dalam mengamal keduanya itu harus semata-mata untuk mendapat keridhaan Allah asalakn itu harus beres dengan Allah itulah yang penting, karena itu jika dipergunakan untuk pamer dan ditonjol-tonjolkan untuk mendapat pujian orang, maka nyata bahwa rasa kehambaannya kepada Allah belum betul (belum jujur)
Nabi Isa as berkata: Jika orang berpuasa, maka hendaknya meminyaki rambutnya dan membasahi bibirnya, supaya jika dilihat orang disangka tidak puasa, begitu  pula juga bersedekah hendaknya memberi dengan tangan kanan dan disembunyikan dari tangan kirinya, dan jika sembahyang harus menutup tabir rumahnya, sebab Allah membagi pujian itu sebagaimana membagi rizqi.
Abu Abdullah Al-Qurasy berkata: Siapa yang tidak puas dengan pendengaran dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan perkataannya , maka pasti kemasukan riya. Firman Allah:"Apakah engkau tidak merasa cukup dengan Tuhanmu, bahwa Ia menyaksikan dan mengatahui segala sesuatu.
Abu Khair Al-Aqtha berkata: Siapa yang ingin supaya amalnya diketahui orang, maka itu riya dan siapa yang ingin diketahui orang hal keistimewaannya maka itu pendusta.
Abu Abbas Almarsy berkata: Siapa yang ingin terkenal, maka ia budaknya terkenal, dan siapa yang ingin tersembunyi , maka ia budaknya tersembunyi, dan siapa yang benar-benar merasa sebagai hamba Allah, maka terserah pada Allah apakah diterangkan atau disembunyikan . Yakni sama saja yang penting ia beramal karena Allah.semoga bermanfaat bagi kita semua ,wassalam.

Selasa, 07 Mei 2013

Jangan menuntut Tuhan karena terlambatnya permintaan yang telah engkau minta kepada Tuhan

Jangan menuntut Tuhan karena terlambatnya permintaan yang telah engkau minta kepada Tuhan, tetapi hendaknya engkau koreksi dirimu, tuntut dirimu supaya tidak terlambat melaksanakan kewajiban-kewajiban Tuhanmu.
Jika tidak tercapai hajat permintaanmu , maka jangan engkau mempunyai sangkaan jahat terhadap Allah taala, sebab Allah tidak dapat dituntut terhadap apa saja yang diperbuat, tetapi hendaknya permintaanmu itu semata-mata untuk menunjukkan sifat kehambaanmu kepada Allah , dan hajat kebutuhanmu kepadaNya. Sebab terhadap segala kepentinganmu Allah tidak usah diingatkan, bahkan Allah telah melengkapi segala kebutuhanmu sebelum engkau mengerti apakah hajat kebutuhanmu yang sebenarnya.Maka sebaiknya bila kau menyerah sebulat-bulat tanpa reserve tanpa usul apa-apa kepada Allah, hanya itulah yang dapat menenangkan jiwa fikiranmu.
Wirid ialah segala macam bentuk ibadat lahir batin baik yang wajib maupun sunnat.Sedang Waarid : pemberian-pemberian Tuhan dalam hati hamba yang berupa keterangan ,nur cahaya dan kesenangan berbuat ibadat, taufik dan hidayatNya.
Maka sebaiknya, seorang hamba menjalankan kewajibannya,daripada melonjak-lonjak kepada apa yang menjadi hak Allah semata-mata.Terutama wirid itu hanya berlaku masih hidup di dunia ini saja,sedang waarid akan lanjut sampai ke akherat.
Rasulullah saw telah bersabda: Amal yang sangat disukai oleh Allah ialah yang dawam(terus menerus) meskipu sedikit.Al-Hasan Albasry berkata: Siapa yang sama hari kininya dengan kemarinnya, maka ia rugi dan siapa yang harinyai itu lebih buruk dari kemarinnya, maka ia mahrum(tidak dapat rahmat), dan siapa yang tidak bertambah berarti berkurang, dan siapa yang makin berkurang amalnya, maka mati lebih baik baginya.Ketika Al-Junaid ditegor orang karena memegang tasbih di tangannya: Tuan dalam kedudukan yang demikian itu masih saja menggunakan tasbih.Jawan Al-Junaid: Alat yang telah menyampaikan kami, maka tidak saya tinggalkan. Al-Junaid berkata: Orang aarif menerima semua amal (wirid) itu sebagai tugas dari Allah, karena itu mereka akan kembali menghadap kepada Allah dengan kebiasaan wirid(ibadat) yang ditugaskan oleh Allah itu. Dan andaikata seribu tahun tidak akan mengurangi sedikitpun dari amal wiridku, kecuali jika ia terhalang untuk melakukannya.Semoga artikel ini bermanfaat, wassalam.

Senin, 06 Mei 2013

Ada kemungkinan masuk riya, dalam amal perbuatanmu

Ada kemungkinan masuk riya, dalam amal perbuatanmu dari arah yang tidak ada orang yang melihat kepadamu.
Beramal di muka orang untuk dilihat orang itu riya, yang terang jelas. Beramal sendirian, tidak ada orang yang mengetahui lalu ingin di sanjung dihormati, bahkan jika ada kebutuhan supaya lekas-lekas orang membantu padanya, atau bila membeli sesuatu supaya dikorting(dikurangi) harganya, dan sekiranya ada orang yang tidak hormat padanya, ia mengharap semoga terkena siksa atau balasan Allah, ini semua termasuk riya'yang samar.Rasulullah saw bersabda: Syirik itu ada yang lebih samar dari jalannya semut hitam di atas batu hitam di malam yang gelap.
Dan riya termasuk dari syirik yang samar.Yaitu beramal tidak karena Allah ta'ala
Ali bin Abi Thalib ra.berkata: Kelak pada hari kiamat Allah akan berkata kepada orang zahid dan fakir: Tidakkah telah dimurahkan (diturunkan) harga barang-barang untuk kamu, tidakkah jika kamu, berjalan lalu diberi salam lebih dahulu, tidakkah jika kamu berhajat(kepentingan) segera disampaikan segala hajatmu. Di Dalam hadits lain: Kini tidak ada pahala bagimu, sebab semua pahalamu telah kamu terima semasa hidup di dunia.Abdullah bin Al-Mubarak meriwayatkan dari Wahb bin Munabih: Ada seorang ahli ibadat berkata kepada  kawan-kawannya: Kami setelah meninggalkan harta kekayaan ini tidak kuatir menyeleweng dari jalan Allah, tetapi kami kuatir kalau-kalau kami telah menyeleweng dari agama melebihi dari penyelewengan orang yang banyak harta dan anak buah, karena ada diantara kami yang ingin dihormati, disanjung karena agamanya, jika berhajat minta lekas disampaikan hajatnya karena merasa beragama. Jika membeli sesuatu minta dimurahkan karena merasa beragama. Ketika berita nasehat ini sampai kepada raja, maka datanglah raja dengan rombongan yang besar sekali berziarah kepada guru yang bernasehat demikian kepada kawan-kawannya itu, dan ketika terdengar kepadanya bahwa raja akan ziarah kepadanya, segera ia minta kepada kawannya berbagai macam makanan,lalu ia makan dengan rakus,sehingga ketika raja bertanya: Manakah orang yang memberi nasehat demikian itu? Di jawab: Itulah orang yang sedang makan.Maka raja bertanya: Bagaimanakah keadaanmu? Jawabnya: Seperti orang banyak, baik-baik saja.Maka ketika raja melihat keadaan itu ia berkata kepada rombongannya: tidak perlu datang kepada orang ini, tidak ada kebaikan baginya, lalu kembali raja. Tiba-tiba orang itu berkata: Alhamdu lillah yang mengahalau engakau dari padaku dan menjadikan engkau mencela padaku.
Yusuf bin Al-Husain Arrasy berkata: Sesuatu yang amat berharga di dunia ini ialah ikhlas, berapa kali aku bersungguh-sungguh untuk menghilangkan riya'dari hatiku, tiba-tiba ia tumbuh dalam lain corak(warna) semoga kita terhindar dari sifat-sifat riya baik yang terang maupun samar.Wassalam.

Minggu, 05 Mei 2013

Bukan seorang yang mencintai itu yang meminta apa-apa dari yang dicintai

Bukan seorang yang menyintai itu yang meminta apa-apa dari yang dicintai, tetapi sesunggunya seorang yang cinta kasih itu, ialah yang berkorban untukmu, bukan yang engkau memberi apa-apa padanya.
Abu Abdullah Al-qurasy berkata: Hakikat kasih/ cinta itu, bila engkau telah dapat memberikan keseluruha nmu kepada yang engkau cinta,sehingga tidak ada sisa apa-apa bagimu.
Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Isa as: Apabila Aku melihat hambaKu, tidak ada padanya cinta dunia dan akherat, niscaya Aku penuhi hati itu dengan cinta kepadaKu.
Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud as: Hai Dawud, Sungguh aku telah mengharamkan cintaKu untuk masuk ke dalam hati di mana dalam hati itu ada cinta kepada lainKu.Semoga bermanfaat bagi kita semua Amin ya Rabbal Alamin...Wassalam.

Jumat, 03 Mei 2013

Terapi Kemandulan Ala Nabi Muhammad saw

Abu Hanifah dalam Musnad-nya meriwayatkan hadits dari Jabir bin Abdillah ra bahwa seorang Anshar datang menghadap Nabi saw seraya berkata , Ya Rasulullah , aku belum dikaruniai anak satu pun dan aku tidak punya anak."Rasulullah saw kemudian bersabda,"bila engkau mau memperbanyak istighfar dan memperbanyak sedekah, maka engkau akan dikaruniai anak." Sahabat ini kemudian memperbanyak sedekah dan memperbanyak istighfar. Jaqbir kemudian melanjutkan ceritanya," Kemudian ia pun dikaruniai  sembilan anak laki-laki.
Al-Allamah Mulla Ali Al-Qari dalam menjelaskan hadits di atas mengatakan, "Barangkali hal ini bertolak dari firman Allah swt yang menceritakan tentang Nabi Nuh as.
" Maka katakan kepada mereka ,"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai( QS.Nuh:10-12)
Dusebutkan pula bahwa Nabi saw bersabda, " Orang yang memperbanyak istighfar, maka Allah swt akan menjadikan kesedihannya menjadi kebahagianan, kesempitan menjadi kelonggaran serta memberi rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka. Diriwayatkan Ahmad dan Hakim dari sahabat Ibnu Abbas ra.
(Di kutip dari Judul mendidik Anak bersama Nabi saw) Semoga bermanfaat , Wassalam.

Rabu, 01 Mei 2013

Siapa yang menghormati kepadamu

Siapa yang menghormati kepadamu, sebenarnya hanya menghormati keindahan tutup Allah kepadamu, oleh karena itu seharusnya pujian itu pada Tuhan yang menutupi engkau, bukan pada orang yang memuji dan terima kasih kepadamu.
Tiap orang pasti ada cela kebusukannya yang andaikan diketahui  lain orang, pasti akan membenci dan tidak suka padanya, tetapi yang menyebabkan adanya orang yang memuji dan menghormati padanya, bukan semata-mata karena kebaikannya, tetapi karena Allah menutupi kebusukan dan cacatnya, maka pujian itu seharusnya kembali kepada Tuhan yang menutupi kebusukan (aibnya), bukan kepada orang yang tidak mengetahui kebusukannya. Tiap orang pasti mempunyai ciri-ciri dan kekurangan -kekurangan yang ia malu jika ketahui oleh orang lain, karena itu jika terjadi ada orang memuji kepadanya tidak lain kerana indahnya tutup yang dipasang oleh Allah pada dirinya. Sehingga tertutup cela kekurangannya dan terlihat bagusnya semata-mata. Karena itu wajib ia bersyukur memuji kepada Allah yang menutupi dan tidak pada manusia yang memujinya tidak tahu kejelekannya.Jadi janganlah merasa bangga kalau kita di puji orang lain, seharusnya kita malu, karena kejelekan kita ditutupi Allah.semoga artikel hari ini dapat bermanfaat bagi kita bersama, terutama bagi penulis secara pribadi, dan kita semua .wassalam.